hufa
Di zaman serba digital seperti sekarang, screen time pada anak menjadi perhatian utama orang tua. Anak-anak semakin sering menghabiskan waktu di depan layar gadget, mulai dari menonton video hingga bermain game. Namun, berapa lama waktu yang ideal agar screen time tidak berdampak negatif pada perkembangan mereka?
Penggunaan gadget memang membantu anak belajar dan hiburan, tetapi jika tidak diatur, bisa mengganggu kesehatan dan kebiasaan anak sehari-hari. Yuk, kita bahas kapan waktu yang tepat untuk screen time pada anak agar tetap seimbang dan bermanfaat.
Tidak semua waktu cocok untuk screen time. Penting untuk tahu kapan anak boleh menggunakan layar dan kapan sebaiknya dihindari. Berikut penjelasan lengkap mengenai waktu yang tepat untuk screen time pada anak.
Anak yang aktif secara fisik akan lebih siap untuk duduk tenang dan fokus. Memberikan screen time setelah aktivitas seperti bermain di luar atau olahraga kecil bisa membantu menjaga keseimbangan aktivitasnya.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak usia prasekolah perlu aktivitas fisik minimal 3 jam sehari. Setelah kebutuhan itu terpenuhi, screen time bisa menjadi bentuk hiburan atau belajar tambahan.
Mengizinkan anak menatap layar sebelum tidur bisa mengganggu kualitas tidurnya. Cahaya biru dari layar dapat menekan produksi melatonin yang penting untuk tidur nyenyak.
Sumber dari KlikDokter (2024) menyatakan bahwa anak yang terbiasa bermain gadget di malam hari cenderung lebih sulit tidur dan mengalami gangguan pola tidur. Maka dari itu, hindari screen time minimal 1 jam sebelum tidur.
Berikan screen time saat anak dalam kondisi rileks. Jika diberikan saat anak tantrum, bisa membentuk pola negatif di mana anak mengasosiasikan gadget sebagai alat penenang.
Hal ini ditegaskan oleh psikolog dari Yayasan Kita dan Buah Hati, yang menyatakan bahwa screen time sebagai “alat pemadam emosi” bisa membuat anak tidak belajar mengelola emosinya dengan sehat.
Akhir pekan bisa jadi waktu yang tepat memberi screen time lebih lama, asalkan didampingi dan diarahkan. Pilih tayangan edukatif atau permainan yang merangsang logika.
Studi dari Kemendikbud (2022) menunjukkan bahwa tayangan yang bersifat edukatif berkontribusi dalam menambah kosakata dan pengetahuan anak. Maka dari itu, akhir pekan bisa dimanfaatkan untuk aktivitas layar yang berkualitas.
Screen time akan lebih bermanfaat bila disertai keterlibatan orang tua. Contohnya, menonton bersama dan berdiskusi soal isi tayangan atau bermain game edukatif yang melibatkan komunikasi.
Menurut artikel dari Alodokter, keterlibatan orang tua saat screen time bisa membantu anak lebih memahami konten serta membangun kedekatan emosional.
Waktu penggunaan layar memang fleksibel. Tapi akan jauh lebih baik bila ada rutinitas yang konsisten agar anak terbiasa dengan batasan yang jelas.
Baca juga: Cara Membangun Bonding Dengan Anak, Ini Tipsnya!
Setelah mengetahui batas waktu yang ideal, penting juga untuk membuat aturan penggunaan gadget yang jelas dan konsisten di rumah. Yuk, kita pelajari panduan berdasarkan tahapan usia yang disarankan oleh para ahli dan lembaga terpercaya.
Menetapkan jam khusus untuk screen time membantu anak memahami kapan boleh menggunakan gadget dan kapan harus berhenti. Jadwal ini juga memudahkan orang tua mengontrol durasi penggunaan.
Konsistensi jadwal membuat anak terbiasa dan tidak merasa kehilangan ketika waktunya habis. Misalnya, screen time hanya boleh dilakukan setelah selesai belajar atau tugas rumah.
Pastikan anak mendapat cukup waktu bermain di luar ruangan dan berinteraksi dengan teman atau keluarga. Aktivitas fisik membantu perkembangan motorik dan kesehatan secara umum.
Selain itu, interaksi sosial langsung mengajarkan anak keterampilan komunikasi dan empati, yang tidak bisa didapat dari layar gadget.
Orang tua juga harus membatasi penggunaan gadget sendiri agar menjadi contoh bagi anak. Anak cenderung meniru kebiasaan orang tua, jadi jika orang tua sering menggunakan gadget, anak juga akan mengikutinya.
Dengan menunjukkan kebiasaan digital yang sehat, anak akan lebih mudah memahami pentingnya batasan screen time.
Screen time pada anak perlu diatur dengan bijak agar gadget menjadi alat bantu belajar dan hiburan yang positif. Terapkan batas waktu sesuai usia dan dampingi anak saat menggunakan gadget. Yuk, jadi orang tua yang cerdas digital dan bijak dalam mengatur screen time pada anak.
Referensi:
https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/screen-time-anak
https://www.alodokter.com/berapa-jam-waktu-ideal-anak-gunakan-gadget-setiap-hari
https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/panduan-screen-time-pada-anak
https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/anak-tantrum-karna-gadget