{"id":5905,"date":"2022-07-27T09:44:31","date_gmt":"2022-07-27T02:44:31","guid":{"rendered":"https:\/\/hufa.co.id\/?p=5905"},"modified":"2022-07-27T09:44:33","modified_gmt":"2022-07-27T02:44:33","slug":"alodokter-hufadexta-m","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/hufa.co.id\/en\/informasi\/alodokter-hufadexta-m\/","title":{"rendered":"Alodokter | Hufadexta-M"},"content":{"rendered":"<p><strong>Hufadexta-M adalah obat untuk meredakan gejala alergi dan peradangan, misalnya biduran, gatal pada kulit, hidung, mata, dan tenggorokan, serta mata merah atau berair, hidung tersumbat, pilek, bersin, batuk, mengi, sesak napas, bengkak di bibir atau kelopak mata.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Tiap kaplet Hufadexta-M mengandung 2 mg dexchlorpheniramine maleate dan 0,5 mg\u00a0dexamethasone. Kombinasi antihistamin dan kortikosteroid di dalam produk ini dapat meredakan gejala alergi dan peradangan yang timbul saat terpapar alergen.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"wp-block-image is-style-default\"><figure class=\"aligncenter\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/res.cloudinary.com\/dk0z4ums3\/image\/upload\/v1657702412\/attached_image\/hufadexta-m-0-alodokter.jpg\" alt=\"Hufadexta-M\" class=\"wp-image-1841287\"\/><\/figure><\/div>\n\n\n\n<p>Hufadexta-M dapat digunakan untuk mengatasi\u00a0rhinitis alergi, asma kronis yang berat,\u00a0dermatitis atopik<a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/eksim-atopik\" target=\"_blank\">\u00a0<\/a>(eksim), reaksi alergi obat,\u00a0<em>serum sickness<\/em>,\u00a0konjungtivitis, radang kornea (keratitis), dan peradangan pada bagian mata lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu Hufadexta-M<\/h3>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Golongan<\/td><td>Obat resep<\/td><\/tr><tr><td>Category<\/td><td>Obat alergi dan peradangan<\/td><\/tr><tr><td>Dikonsumsi oleh<\/td><td>Dewasa dan anak-anak &gt;6 tahun<\/td><\/tr><tr><td>Hufadexta-M untuk ibu hamil dan menyusui<\/td><td><strong>Kategori C:&nbsp;<\/strong>Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping dari dexamethasone terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.Kandungan dexchlorpheniramine dan dexamethasone dalam Hufadexta-M dapat terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.<\/td><\/tr><tr><td>Bentuk obat<\/td><td>Kaplet<\/td><\/tr><tr><td>Pabrik\/Manufaktur<\/td><td>Gratia Husada Farma<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Hal yang Perlu Diperhatikan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Hufadexta-M harus digunakan dengan resep. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi obat ini, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Jangan mengonsumsi Hufadexta-M jika Anda alergi terhadap kandungan dalam obat ini.<\/li><li>Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penderita tukak lambung, penyakit infeksi, penyakit ginjal, penyakit liver, hipertensi, diabetes, penyakit jantung,\u00a0glaukoma, penyakit tiroid, kesulitan berkemih, atau<a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/BPH-benign-prostatic-hyperplasia\" target=\"_blank\">\u00a0<\/a>pembesaran prostat.<\/li><li>Setelah mengonsumsi hufadexta-M, jangan melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan, misalnya mengemudikan kendaraan, karena kandungan dexchlorpheniramine di dalam produk ini dapat menyebabkan pusing, kantuk, dan penglihatan<\/li><li>Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau sedang merencanakan<\/li><li>Beri tahu dokter bahwa Anda sedang mengonsumsi Hufadexta-M sebelum menjalani tindakan medis atau pemeriksaan medis apa pun, seperti vaksin, pemeriksaan darah, atau<\/li><li>Segera ke dokter jika Anda mengalami\u00a0reaksi alergi obat<a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/alergi-obat\" target=\"_blank\">\u00a0<\/a>atau overdosis setelah mengonsumsi Hufadexta-M.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dosis dan Aturan pakai Hufadexta-M<\/h3>\n\n\n\n<p>Berikut ini adalah dosis umum Hufadexta-M:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li><strong>Dewasa dan anak-anak usia di atas 12 tahun:&nbsp;<\/strong>1\u20132 kaplet, 4 kali<\/li><li><strong>Anak-anak usia 6\u201312 tahun:&nbsp;<\/strong>\u00bd kaplet, 3\u20134 kali<\/li><\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Cara Mengonsumsi Hufadexta-M dengan Benar<\/h3>\n\n\n\n<p>Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang tertera pada pada kemasan obat sebelum mengonsumsi Hufadexta-M. Jangan mengurangi atau menambah dosis tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.<\/p>\n\n\n\n<p>Hufadexta-M sebaiknya dikonsumsi sesudah makan. Jika Anda sering mengalami gatal-gatal saat tidur, konsumsi obat ini menjelang tidur malam.<\/p>\n\n\n\n<p>Telan tablet dengan air putih, tanpa mengunyah atau menghancurkannya terlebih dahulu. Bila keluhan alergi dan peradangan sudah membaik, dosis harus dikurangi secara bertahap, dan pengobatan dihentikan bila kondisi memungkinkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan menggunakan Hufadexta-M lebih dari 7 hari. Jika keluhan Anda masih belum membaik atau memburuk setelah 7 hari menggunakan obat ini, segera konsultasikan ke dokter.<\/p>\n\n\n\n<p>Simpan Hufadexta-M di tempat yang kering, sejuk, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Interaksi Hufadexta-M dengan Obat Lain<\/h3>\n\n\n\n<p>Mengingat Hufadexta-M mengandung dexchlorpheniramine dan dexamethasone, interaksi yang bisa terjadi jika produk dengan kandungan tersebut digunakan bersama obat-obatan tertentu antara lain:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Rasa kantuk yang berlebihan jika digunakan bersama obat\u00a0pereda nyeri\u00a0golongan opioid, obat penenang, atau obat-obatan lain yang memiliki efek kantuk.<\/li><li>Peningkatan kadar dexamethasone dan terjadinya efek samping dari kandungan tersebut jika digunakan bersama obat\u00a0ketoconazole, ritonavir, atau<a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/www.alodokter.com\/erythromycin\" target=\"_blank\">\u00a0<\/a>erythromycin.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p>Guna menghindari terjadinya interaksi antarobat, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika akan menggunakan obat apa pun bersama Hufadexta-M.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Efek Samping dan Bahaya Hufadexta-M<\/h3>\n\n\n\n<p>Efek samping yang mungkin timbul setelah mengonsumsi obat dengan kandungan dexchlorpheniramine maleate dan dexamethasone adalah\u00a0mulut kering<strong>,\u00a0<\/strong>pusing, sakit kepala<strong>,\u00a0<\/strong>penglihatan kabur<strong>,\u00a0<\/strong>mulas, sembelit<strong>,\u00a0<\/strong>otot lemas<strong>,\u00a0<\/strong>gangguan menstruasi<strong>,\u00a0<\/strong>kantuk.<\/p>\n\n\n\n<p>Periksakan diri ke dokter jika efek samping di atas tidak mereda atau justru bertambah berat. Hentikan konsumsi obat ini dan segera temui dokter jika Anda mengalami reaksi alergi obat, yang bisa ditandai dengan munculnya ruam kulit yang gatal, bengkak pada bibir atau kelopak mata, bahkan sesak napas.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, segera temui dokter jika Anda mengalami efek samping yang serius, yaitu tanda infeksi, seperti demam dan menggigil,\u00a0tukak lambung, sulit buang air kecil,\u00a0gangguan irama jantung, atau\u00a0kejang.<\/p>\n\n\n\n<p>Terakhir diperbarui: 13 Juli 2022<br>Ditinjau oleh: dr. Meva Nareza<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hufadexta-M adalah obat untuk meredakan gejala alergi dan peradangan, misalnya biduran, gatal pada kulit, hidung, mata, dan tenggorokan, serta mata merah atau berair, hidung tersumbat, pilek, bersin, batuk, mengi, sesak napas, bengkak di bibir atau kelopak mata. Tiap kaplet Hufadexta-M mengandung 2 mg dexchlorpheniramine maleate dan 0,5 mg\u00a0dexamethasone. Kombinasi antihistamin dan kortikosteroid di dalam produk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":5631,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[378,284,1,3,339,286],"tags":[413,362,416,419,421,420,418,417,414,349,412,348,411,410,422,423,424],"class_list":["post-5905","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-alodokter","category-info-kesehatan","category-informasi","category-informasi-kesehatan","category-news","category-sedang-tren","tag-alergi","tag-alodokter","tag-biduran","tag-dextamin","tag-dexteem","tag-dexteem-plus","tag-gatal","tag-gatal-pada-kulit","tag-gatal-gatal","tag-gratia-husada-farma","tag-gratia-jaya-farma","tag-hufa","tag-hufadexta-m","tag-hufadextamin","tag-obat-alergi","tag-obat-gatal","tag-obat-kulit","wpbf-post"],"acf":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/hufa.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5905","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/hufa.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/hufa.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hufa.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hufa.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5905"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/hufa.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5905\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/hufa.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5631"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/hufa.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5905"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/hufa.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5905"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/hufa.co.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5905"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}