hufa

Diterbitkan pada tanggal: 05 Mar 2020

Awas Virus Corona, Gejala Mirip dengan Flu Biasa

Awas Virus Corona, Gejala Mirip dengan Flu Biasa

Akhir-akhir ini, masyarakat diselimuti kekhawatiran akibat wabah virus Corona. Pasalnya, infeksi virus Corona yang menyerang sistem pernapasan ini memiliki gejala yang mirip dengan flu biasa, namun bisa berakibat fatal. Lantas, apa yang membedakan flu biasa dengan infeksi virus Corona?

Baik flu biasa maupun penyakit Corona sama-sama disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan manusia. Namun, kedua virus tersebut berasal dari golongan yang berbeda dan memiliki karakteristik yang berbeda pula.

Virus penyebab flu berasal dari golongan rhinovirus. Virus ini menyebar dari manusia ke manusia dan paling sering menyerang anak-anak atau manula. Infeksi rhinovirus bisa terjadi sepanjang tahun, tapi  paling sering di musim hujan. 

Perbedaan Gejala Flu Biasa dan Infeksi Virus Corona

Berikut ini adalah perbedaan gejala dari flu biasa dan infeksi virus Corona atau COVID-19 yang perlu Anda ketahui:

Flu biasa

Flu biasa terjadi ketika rhinovirus menyerang saluran pernapasan. Umumnya, keluhan yang muncul datang dari hidung dan tenggorokan (saluran pernapasan atas). Gejala-gajalanya adalah sebagai berikut:

  • Bersin-bersin
  • Hidung tersumbat dan berair
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala ringan
  • Batuk
  • Demam

Gejala-gejala tersebut biasanya baru akan muncul 1–3 hari setelah terpapar virus dari orang lain yang sedang sakit. 

COVID-19

Sama seperti rhinovirus, virus Corona juga menginfeksi saluran pernapasan. Oleh karena itu, orang yang terkena infeksi virus Corona bisa mengalami gejala yang mirip dengan flu. Meski begitu, virus Corona yang sekarang sedang mewabah lebih sering menyebabkan keluhan pada saluran pernapasan bawah. Ada 4 gejala utama yang dapat muncul pada COVID-19, yaitu:

  • Demam
  • Batuk
  • Sakit Tenggorokan
  • Sesak napas

Pada kasus yang parah, infeksi virus Corona bisa menyebabkan komplikasi yang serius, seperti sindrom gangguan pernapasan akut, pneumonia (infeksi paru) yang berat, edema paru, dan kegagalan fungsi organ-organ tubuh, misalnya ginjal.

Pengobatan Flu dan Infeksi Virus Corona

Pengobatan untuk flu dan infeksi virus Corona tidak bisa disamakan, karena kedua penyakit ini memang sangat berbeda. Berikut adalah penjelasan mengenai pengobatan flu dan infeksi virus Corona:

Flu biasa

Rhinovirus dapat dilawan dengan mem-booster daya tahan tubuh kita. Kebanyakan dokter menyarankan untuk meminum obat sesuai gejalanya guna meringankan flu. Flu pada umumnya dengan durasi waktu 4–9 hari. Namun, untuk meringankan gejalanya, ada beberapa obat yang biasa digunakan, yaitu:

  • Chlorpheniramine dan pseudoephedrine
    Obat flu dengan kombinasi ini bisa dikonsumsi untuk meredakan keluhan hidung tersumbat dan berair. Chlorpheniramine bekerja dengan cara menghambat senyawa histamin yang menyebabkan pembengkakan pada pembuluh darah hidung, sementara pseudoephedrine akan mengecilkan pembuluh darah yang melebar akibat histamin. 
  • Paracetamol dan ibuprofen
    Kedua obat ini bisa Anda gunakan untuk mengatasi gejala flu yang disertai dengan demam ringan. Baik paracetamol maupun ibuprofen tersedia dalam beragam merek, serta sangat mudah ditemukan di apotek atau toko obat.
  • Kombinasi paracetamol, chlorpheniramine, pseudoepherine, dan guaifenesin
    Jika mengalami flu yang disertai demam, batuk berdahak, dan pilek, Anda bisa mengonsumsi obat flu dengan kombinasi paracetamol, chlorpheniramine, pseudoephedrine, dan guaifenesin untuk meredakan gejala-gejala tersebut.

COVID-19

Untuk saat-saat ini bila mengalami gejala-gejala flu, batuk, pilek dan demam sebaiknya segera diberikan obat sesuai gejalanya, bila sakit berlanjut segera hubungi dokter. Dengan cara ini kita dapat sedini mungkin mengantisipasi apabila di tubuh kita ternjangkit virus Corona, sehingga kita dapat meminimalkan resiko sebelum terlambat. Pengobatan infeksi virus Corona ditujukan hanya untuk menjaga kondisi pasien dan mengatasi komplikasi yang muncul agar tidak berakibat fatal. Meski belum ditemukan vaksin yang dapat mencegah infeksi virus Corona, Anda bisa meminimalkan risiko terkena infeksi ini dengan cara:

  • Mencuci tangan dengan air dan sabun
  • Memperbanyak minum air putih
  • Beristirahat yang cukup
  • Tidak menyentuh area wajah
  • Menghindari kontak dengan orang yang sedang batuk dan demam.

Infeksi virus Corona bisa menimbulkan gejala yang ringan hingga yang sangat berat dan mengancam nyawa. Gejala infeksi virus Corona yang ringan memang bisa mirip dengan gejala flu biasa. Oleh karena itu, Anda perlu lebih jeli mengenali beda gejala COVID-19 dengan flu biasa, berdasarkan penjelasan di atas.

Kesimpulan :
Bila Anda mengalami gejala-gejala flu, batuk, pilek, demam dan sudah mengkonsumsi obat sesuai gejalanya, bila sakit berlanjut segera hubungi dokter.

Sumber : www.alodokter.com

Kategori: Info Kesehatan